Rabu, 19 November 2014

Contoh Cerpen | Cintaku Bersemi di Lapangan BASKET


 Hari ini adalah hari yang istimewa bagi tim basket Irul dan kawan-kawannya yaitu tim “Pasgada”, karena hari ini adalah Babak Final Kejuaraan Basket Nasional. Untuk itu  Irul, Iyung, Bie, Rifky, dan Azuka bersiap-siap untuk bermain, Irul sebagai kapten tim basket Pasgada tengah sibuk mengatur strategi untuk menghadapi tim BaszoOKa. Dalam permainan ini Irul sebagai Center, Iyung sebagai Power Forward, Bie sebagai Small Forward, Rifky sebagai Point Guard, dan Azuka sebagai Shooting Guard. Mereka bertekad akan bermain dengan maksimal dan memberikan yang terbaik sesuai posisinya masing-masing.
            Terdengar suara peluit Tip-off, semua pemain mulai menunjukkan bakatnya dalam memainkan bola basket. Tim Pasgada bermain dengan baik, begitu pula dengan tim BaszoOKa. Mereka sama-sama tim yang kuat dan disegani oleh tim-tim basket yang lain. Waktu pertandingan tinggal lima menit lagi, sementara itu skor dari kedua tim seimbang yaitu 87-87, dan semua pemain tampak tegang dan mulai terlihat kelelahan. saat lawannya lengah, Iyung merebut bola dari lawannya kemudian mengumpannya kepada Irul. Setelah Irul mendapatkan bola, ia langsung men-dribble bola ke arah ring dan melakukan slam-dunk. Pertandinganpun selesai , berkat slam-dunk dari Irul tim Pasgada dapat memenangkan pertandingan dengan skor 89-87.
            Setelah pertandingan selesai kedua tim saling berjabat tangan satu sama lain. Irul dan kawan-kawannya dengan bangga mengangkat Piala Kemenangan didepan para penonton pertandingan. Sementara itu di bangku penonton ada seorang gadis yang slalu memperhatikan Irul sejak awal hingga akhir pertandingan, namanya Wulan.  Wulan adalah teman satu sekolah Irul, ia mengagumi Irul sejak mereka duduk dibangku kelas X. Wulan memang tidak satu kelas dengan Irul, karena Irul sering tampil dalam kejuaraan basket semua orang disekolahannya kenal dengan Irul.
            Wulan ingin menjadi teman Irul dan dapat berbicara dan bercanda dengan Irul. Setelah semuanya bubar Wulan memberanikan diri untuk bertemu dengan Irul, ia menunggu Irul di pintu gerbang. Sambil menunggu Irul datang ia memikirkan kata-kata yang tepat untuk diucapkan kepada Irul sambil mondar-mandir. Tidak lama kemudian Irul datang dan Wulan terkejut karena masih belum siap, akhirnya ia menyapa Irul “em… hai irul, selamat ya…!” Irul langsung berhenti dan menjawab “hai…” kemudian menyuruh kawan-kawannya untuk pergi duluan.
Wulan kemudian melanjutkan pembicaraanya “rul…!” “ya..?” jawab Irul, “penampilan kamu tadi hebat, apalagi slam-dunk kamu yang terakhir tadi, berkat kamu tim Pasgada menang…!” “thanks, tim Pasgada menang bukan hanya karena aku tapi karena kami saling bekerja sama. Oh iya kita belum kenalan, nama kamu siapa?” “namaku Wulan, aku satu sekolahan dengan kamu” “oh.. pantesan aku seperti pernah melihat kamu. Ada perlu apa denganku? Cuma ngucapin selamat aja?” “em… sebenernya aku pengen jadi temenkamu, boleh nggak aku jadi temen kamu?” “tentu boleh dong…! Kita kan bebas berteman dengan siapaaja!” “jadi sekarang kita berteman?” “iya kita sekarang berteman”. Setelah itu mereka saling berpamitan dan Wulan merasa sangat senang karena dia bisa berteman dengan Irul.
            Keesokan paginya di sekolah sebelum bel masuk Wulan menemui Irul di kelasnya, ia minta di ajari bermain basket oleh Irul sepulang sekolah. Setelah berjam-jam mengikuti pelajaran, akhirnya bel pulangpun terdengar, Wulan bergegas ganti baju kemudian menuju lapangan basket. Setelah ia tiba di lapangan basket, Irul sudah menunggunya dan irul sudah siap untuk mengajarkan permainnan basket kepadanya. Irul memulainya dari teknik dribbling bola, ia mengajarkan kepada Wulan bagaimana cara men-dribble bola yang benar. Tidak membutuhkan waktu lama bagi Wulan untuk dapat men-dribble bola yang benar, hanya beberapa saat saja Wulan sudah mahir men-dribble bola. Setelah dribbling, Irul mengajarkan teknikshooting, ada beberapa teknik yang diajarkan Irul yaitu, lay-up, hooK, dunk, dan three-point. Karenashooting tidak mudah dan hari sudah sore, akhirnya latihan dilanjutkan hari berikutnya.
            Sesampainya Wulan dirumah ia selalu teringat saat ia bersama Irul, ia merasa senang karena bisa bermain basket bersama Irul, ia ingin bisa slalu bersama irul. Begitu juga dengan Irul, setelah sampai dirumah tiba-tiba ia teringat saat ia sedang mengajarkan bermain basket kepada Wulan, kemudian ia tersadar kemudian dalam hatinya ia berkata “apakah ini yang dinamakan cinta? Setiap waktu selalu terbayang wajahnya, baru pertama kali ini merasakannya”. Keesokan harinya Wulan kembali menemui Irul untuk diajarkan bermain basket, tetapi Irul mendadak ada latihan bersama timnya “maaf lan, hari ini kitanggak bisa latihan, tadi si Iyung dan Rifky kesini, katanya nanti ada latihan untuk pertandingan persahabatn melawan tim basket Kung-Fu Dunk.” “oh.. ya udah” “kamu mau ikut nonton latihan kami?” “mau mau, tapi…ntar aku cewe sendiri dong…” “kamu kan bisa ajak temen kamu” “OKntar jam berapa?” “jam 2″. Setelah itu ia mengajak kawan-kawannya untuk menonton latihan Irul dan kawan-kawannya.
            Irul dan kawan-kawannya tidak berlatih tanding, mereka hanya berlatih untuk mengasah kemampuannya masing-masing. Wulan menonton latihan Irul ditemani oleh Nur dan Mutia. Setelah Irul selesai latihan, Wulan dan teman-temannya langsung menemui Irul. Irul memperkenalkan Wulan pada teman-temannya, dan kemudian Wulan memperkenalkan Nur dan Mutia kepada Irul dan timnya. Setelah mereka saling kenal tiba-tiba Irul mempunya ide “hei… aku punya ide, besok kan kita libur, agar kita semua bisa lebih deket, bagaimana kalo kita mendaki gunung bareng-bareng?” akhirnya mereka semua sepakat untuk mendaki gunung bersama.
            Pagipun tiba, Irul dan kawan-kawannya sudah siap untuk mendaki gunung, mereka mulai mendaki gunung dari kaki gunung hingga ke puncak gunung. Di sepanjang perjalanan mereka semua mengobrol satu sama lain hingga tak ada rasa capek yang terasa, sebelum mereka sampai dipuncak mereka beristirahat dahulu di bawah sebuah sungai yang ada dibawah air terjun. Setelah puas bermain air, mereka melanjutkan perjalanan ke puncak gunung hingga akhirnya mereka sampai di puncak tepat saat matahari mulai terbenam, mereka semua memandang kearah barat, arah dimana matahari terbenam. Kemudian mereka langsung bergegas mendirikan tenda dan membuat api unggun. Dipuncak mereka saling bertukar pikiran, bernyanyi, dan bercanda bersama. Irul slalu membawa bola basket kemanapun ia pergi, saat semuanya sedang asyik ngobrol dia mengasah kemampuan bermain basketnya. Ketika Wulan ingin mengobrol dengan Irul, ia baru sadar jika Irul tidak ada sejak mereka selesai membuat api unggun.
Kemudian ia mendengar suara pantulan bola basket, lalu diam-diam ia menghampiri Irul dan menontonnya sedang berlatih, tiba-tiba Irul memanggilnya “Wulan!”  Wulanpun terkejut mendengar suara Irul  “Nggakusah sembunyi lagi, aku sudah tahu kalau kamu ada dibalik pohon itu. Ayo kita latihan basket!”. Mereka bermain basket berdua dibawah bulan Purnama yang bulat bagai bola basket, tidak lama kemudian mereka istirahat. Tiba-tiba Irul memegang bola basket yang sedang dipegang Wulan, dan Irul mengungkapkan isi hatinya kepada Wulan “Wulan, sejak pertama kali aku mengajarimu bermain basket, wajahmu slalu terbayang dalam fikiranku, dan setiap bertemu denganmu serasa ada hembusan angin yang menyejukkan hati dan jiwaku, aku tidak tau apakah kau merasakan hal yang sama denganku. Wulan, maukah kau menjadi pacarku?” “sebenernya dari dulu aku suka kamu, dan aku juga merasakan apa yang kamu rasakan, aku juga ingin jadi pacar kamu, tapi…” “tapi apa?” “tapi aku ingin kamu mengulanginya lagi dengan suara yang lantang…!” “OK, Wulan…. Maukah kau menjadi pacarku….???!!!” “Aku mau….!!!”. Karena mereka mengatakannya dengan suara lantang, teman-teman mereka langsung menyoraki mereka dan mengucapkan selamat kepada Irul dan Wulan.
            Pagipun datang, terlihat Matahari muncul dari sebelah timur, dan merekapun bersiap-siap untuk kembali ke rumah masing-masing. Setelah sampe di kaki gunung, mereka semua berpisah menuju ke rumah masing-masing kecuali Irul dan Wulan, Irul mengantarkan Wulan pulang kerumahnya. Wulan sangat gembira dan tidak menyangka kalau hubungannya dengan Irul bisa sedekat ini. Setelah sampai didepan rumahnya, wulanpun turun dari motor Irul. Ia bertanya kepada Irul “Rul, apakah kamu bener-bener mencintaiku?”, Irul tidak menjawab dan men-starter motornya kemudian mengegasnya, Wulan merasa sedih karena Irul tidak menjawab pertanyaannya, dalam hatinya ia berkata “kenapa Irul tidak menjawab pertanyaanku? Apakah ia tak mencintaiku?” tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara Irul “Wulan…., I love you so much!“. Wulan terkejut dan senang karena Irul tiba-tiba mengatakan kalau dia mencintai Wulan, dan wulan membalasnya “Love you too, Irul!”
            Pagi ini tim Irul bertanding melawan tim Kung-Fu Dunk, Wulan dan teman-temanya ikut pergi menonton pertandingan Irul. Sebelum bertanding Wulan menemui Irul dan mengucapkan “Good Luck!” untuk Irul.  Peluit tip-off telah terdengar, tanda bahwa pertandingan sudah dimulai. Tim Kung-Fu Dunk atau biasa dipanggil KFD adalah tim yang baru terbentuk beberapa bulan yang lalu, walaupun mereka tim baru, tetapi tim mereka sangat kuat, mereka selalu memenangkan petandingan basket dengan selisih angka yang banyak. Tim Pasgada sangat kesulitan melawan tim KFD mereka selalu kehilangan bola, karena tim KFD selalu merebut bola dengan cepat. Irul sangat kelelahan sebagai center dia harus dapat bertahan dan menyerang. Sekarang skor 72-56, terlihat jelas Pasgada sudah mulai kelelahan melawan KFD.
            Seluruh anggota tim Pasgada sudah tidak mempunyai semangat lagi untuk bertanding, mereka pasrah dengan keadaan. Tetapi dari bangku penonton terdengar suara lantang dari seorang gadis seumuran dengan Irul, “jangan menyerah… bunktikan kalau kalian bisa.., kami yakin kalau kalian pasti bisa…!!!” dengan semangat membara Irul membalas perkataan gadis itu “OK, kami pasti bisa…, Thanks Wulan..!!!”. Kemudian mereka melanjutkan pertandingan kembali, dengan semangat baru tim Pasgada membuat strategi baru, yaitu dengan umpan cepat dan Three-point Shoot. Pertandinganpun menjadi lebih seru, kedua tim saling menyerang dan merebut bola, walaupun skor masih unggul tim KFD dengan skor 89-73 tetapi tim Pasgada terus mengejar ketertinggalannya.
            Berkali-kali Iyung memasukkan bola yang bernilai tiga atau istilahnya Three-point sampai skornya menjadi 89-88 dan waktu tinggal beberapa menit lagi. Di menit-menit terakhir ini kedua tim tidak mau kemasukan bola lagi, mereka lebih focus kepada pertahanan dari pada penyerangan. Tetapi jika terus bertahan tim Pasgada akan kalah, kemudian Irul membuat rencana baru, setelah sepakat dengan rencana itu tim Pasgada mulai menyerang. Bola di bawa oleh iyung, semua pemain KFD terfokus pada Iyung, saat iyung ingin melakukan Three-point tim KFD sudah bersiap menghalau bola dari Iyung tetapi Iyung tidak melakukan Three-point melainkan umpan kebelakang kepada Irul. Irulpun men-drible bola dengan cepat kedepan ring dan bersiap melakukan slam-dunk, tim KFDpun bersiap menghalau Irul tetapi di bawah ring Bie suda siap melakukan lay-up. Irul langsung mengumpan kepada Bie, karena tim KFD terfokus kepada Irul dan Iyung, Bie dengan mudah melakukan lay-up dan memasukkan  bola kedalam ring. Semua pendukung Pasgada berteriak karena mereka sangat senang tim Pasgada dapat unggul dari tim Kung-Fu Dunk dengan skor 89-90. Waktu pertandingan tinggal satu menit lagi, sekarang giliran Pasgada yang bertahan. Tetapi saat tim KFD mulai menyerang, pertandingan sudah berakhir.
            Kedua tim saling berjabat tangan, dan mereka berharap dapat bertanding bersama lagi. Wulan dan teman-temannya menghampiri Irul dan mengucapkan selamat kepada Irul dan timnya, kemuadian Irul berkata kepada wulan “berani taruhan nggak?” “taruhan apa?” “jika bola ini masuk ke ring, maka kamu harus mengatakan kalau kamu cinta aku di depan seluruh penonton!” “kalau nggak masuk?” “terserah kamu, kamu maunya apa?” “emm… apa ya…??? Kalau nggak masuk, kamu harus nembak aku sekali lagi di depan seluruh penonton! Deal?” “deal!”.
            Irul mulai mengambil posisi shoot, ketika ia akan mulai melemparkan bola ke arah ring wulan menepuk punggung Irul sehingga bolanya tidak masuk kedalam ring. “kamu curang!” “curang apa?” “tadi kamu nepuk punggung aku” “kan tadi nggak ada peraturan dilarang menepuk punggung”. kalah tetaplah kalah meskipun Wulan curang, ia harus menembak wulan sekali lagi di depan penonton pertandingan basket. “Wulan, aku sayang kamu, aku sangat mencintaimu! Wulan, maukah kamu menjadi pacarku?”. Semua orang memperhatika Irul dan Wulan, dan wulanpun menjawab “iya Irul, aku juga sayang dan cinta banget sama kamu, aku mau kok jadi pacar kamu….!”
            Setelah itu, mereka sering berlatih bermain basket bersama. Dan tim basket Pasgada berkali-kali memenangkan pertandingan basket dengan berbagai strategi dan taktik yang baru dan pastinya jitu.
SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar